Tentang Helvy

 

Helvy Tiana Rosa lahir di Medan 2 April 1970. Ia menyelesaikan S1 dan S2 di Fakultas Sastra/ Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Selain dikenal sebagai sastrawan, ia Dosen Fakultas Bahasa dan Seni, UNJ. Helvy menulis lebih dari 50 buku, antara lain Bukavu (2008), Tanah Perempuan (2009), Segenggam Gumam (2003) dan Mata Ketiga Cinta (2012). Beberapa karyanya telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Arab, Jepang, Swedia dan Persia. Ia sering diundang berbicara serta membacakan karya-karyanya di dalam dan luar negeri, seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, Hong Kong, Jepang, Turki, Mesir, hingga Amerika Serikat.

Tahun 1990 Helvy mendirikan Teater Bening, terlibat sebagai sutradara dan penulis naskah dalam berbagai pementasannya. Pernah menjadi redaktur dan Pemimpin Redaksi Majalah Annida, Helvy kemudian banyak terlibat dalam membidani kelahiran para penulis dari berbagai kalangan, di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, melalui Forum Lingkar Pena (FLP) yang ia dirikan, 1997. Koran Tempo menjulukinya sebagai Lokomotif Penulis Muda  dan The Straits Times menjulukinya pionir bagi sastra Islam Indonesia kontemporer (2003).

Helvy pernah mendapat 30 penghargaan tingkat nasional di bidang penulisan dan pemberdayaan masyarakat, antara lain sebagai Tokoh Sastra dari Balai Pustaka dan Majalah Sastra Horison (2013), Tokoh Perbukuan IBF Award dari IKAPI (2006), Tokoh Sastra Eramuslim Award (2006), Ummi Award (2004), Nova Award (2004), Kartini Award sebagai salah satu The Most Inspiring Women in Indonesia (2009), SheCAN! Award, dan Danamon Award untuk FLP yang ia dirikan (2008). Puisinya “Fi Sabilillah” menjadi Juara Lomba Cipta Puisi Iqra Tingkat Nasional 1992 dengan juri HB Jassin, Sutardji Calzoum Bachri dan Hamid Jabbar. Cerpennya “Jaring-Jaring Merah” menjadi salah satu cerpen terbaik Majalah Sastra Horison dalam satu dekade (1990-2000). Bukavu masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2008 dan ia menjadi Penulis Puisi Terfavorit serta karyanya Mata Ketiga Cinta terpilih sebagai Buku Puisi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia dari Goodreas Indonesia, 2012.

Anggota Dewan Kesenian Jakarta (2003-2006) ini sekarang adalah Anggota Majelis Sastra Asia Tenggara dan Wakil Ketua Liga Sastra Islam Dunia untuk Wilayah Indonesia. Tahun 2011 ia terpilih sebagai Anggota Komisi Pengembangan Seni Budaya Islam, Majelis Ulama Indonesia. Nama Helvy kemudian masuk dalam buku kontroversial 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia yang ditulis Jamal D. Rahman dkk (Gramedia, 2014).  Selama lima tahun berturut-turut (2009, 2010, 2011, 2012, 2013/2014) ia juga terpilih sebagai satu dari 500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia hasil riset Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordan bersama beberapa universitas terkemuka di dunia.

Lebih lengkap tentang Helvy bisa dilihat di Wikipedia Indonesia: Helvy Tiana Rosa